"Buah pir liar yang tidak matang di musim panas—anak itu berjalan masuk." Bae Gong-ju yang berusia dua puluh satu tahun tidak pernah sekalipun meninggalkan desa kecilnya. Suatu hari, sebuah sasana tinju baru dibuka di desa tersebut. Saat dia pergi untuk mengintip, seorang pria tampan yang belum pernah dia lihat sebelumnya mendekatinya. "Mau minum kopi? Ayo pergi ke kafe." Karena telah bekerja di kebun pir di antara para wanita lanjut usia sejak masih muda, Gong-ju tidak pernah memiliki banyak kesempatan untuk bergaul dengan orang lain, dan pendekatan mendadak dari pria asing ini terasa begitu tidak nyata. Meskipun sikap pria itu yang anehnya suka ikut campur terasa canggung, ada sudut hatinya yang terus berdebar. Sejak hari itu, Cheon-yeok selalu mengunjungi kebun pir setiap hari, perlahan-lahan menyusup ke dalam rutinitas Gong-ju yang familier... Sikapnya yang acuh tak acuh namun penuh kasih sayang, tatapannya yang tanpa ragu, serta sebuah daya tarik yang sulit dijelaskan. Sebuah pertemuan aneh yang dimulai di tengah teriknya musim panas. Sejauh mana hubungan antara keduanya, yang begitu canggung seperti buah pir yang belum matang, akhirnya akan menjadi matang?