> Aku dipergoki oleh mantan teman masa kecil sekaligus cinta pertamaku yang dulu hanya bertepuk sebelah tangan, saat kami bertemu kembali setelah lima tahun. Dan yang lebih parah lagi, dia memergokiku ketika sedang masturbasi. > > "Oh Young-se, apa kamu suka sama aku?" > > "Memangnya aku sudah gila?" > > "Kalau begitu, kenapa kamu menyentuh dirimu sendiri sambil melihatku?" > > Seandainya kisah tinggal serumah yang sama sekali tidak kuinginkan ini berhenti sampai di situ, mungkin semuanya tidak akan terlalu sulit. > > "Aku akan melakukan apa pun untukmu, Young-se." > > Karena merasa bersalah setelah tangannya terluka saat kami berkelahi, aku memutuskan memanfaatkan kesempatan itu untuk menyuruh-nyuruhnya layaknya seorang budak. > > "Setelah selesai mandi, datang ke kamarku. Ada sesuatu yang harus kamu lakukan." > > Lagipula, apa yang benar-benar kuinginkan bukanlah sesuatu yang bisa kamu berikan.